Jet jet tempur Indonesia part 1 - The Eastern Fighter, Petarung blok timur yang ada di hanggar TNI AU sekarang

image

Ini dia jajaran pesawat tempur yang menjadi tulang punggung supremasi Indonesia di udara. Pesawat-pesawat inilah yang masih aktif digunakan hingga saat ini. Data-data ini dapat dengan sangat mudah BFers temukan dengan nanya ke mbah google. Tapi versi indonya masih minim informasi. Jadi buat menghemat waktu saya kumpulin aja jadi satu. Disini juga ditambahin beberapa fakta menarik tentang pesawat-pesawat itu. Karena postingan ini cukup panjang gw bagi aja ya jadi 3 bagian, biar kagak mumet bacanya . Bagian pertama adalah The Eastern Fighters, yang kedua The Western Fighters dan yang ketiga The Western Atttackers. Hope you enjoy them!

  1. Sukhoi Su-30 MK/MK2
     Reduced: 62% of original size [ 1022 x 781 ] - Click to view full image


    Spesifikasi
    Jumlah awak : 2
    Panjang : 21.935 m (72.97 ft)
    Bentang sayap : 14.7 m (48.2 ft)
    Tinggi : 6.36 m (20.85 ft)
    Luas sayap: 62.0 m² (667 ft²)
    Berat kosong : 17,700 kg (39,021 lb)
    Berat terisi : 24,900 kg (54,900 lb)
    Berat maksimum untuk lepas landas: 34,500 kg (76,060 lb)
    Mesin : 2 x AL-31FL low-bypass turbofans
    Tenaga Murni: 7,600 kgf (74.5 kN, 16,750 lbf) / mesin
    Tenaga dengan pembakaran lanjut : 12,500 kgf (122.58 kN, 27,560 lbf) / mesin
    Kecepatan maksimum : Mach 2.0 (2,120 km/h, 1,320 mph)
    Jangkauan : 3,000 km (1,620 nmi)
    Ketinggian operasional : 17,300 m (56,800 ft)
    Kecepatan naik : 230 m/s (45,275 ft/min)
    Daya angkut sayap: 401 kg/m² (82.3 lb/ft²)

    Sejarah Singkat
    Pesawat yang tergolong jet tempur generasi IV ini mulai dikembangkan di Russia tahun 1986, sebagai pengembangan dari Su-27 Flanker. Pesawat ini dirancang sebagai pesawat sergap jarak jauh (untuk melindungi seluruh wilayah Uni Sovyet yang super luas) yang dapat beroperasi jauh dari pangkalan dalam berbagai kondisi cuaca, siang ataupun malam. Pesawat ini juga dapat berperan ganda (multirole, jika di Amerika ditandai dengan seri F/A) yang dapat mendukung untuk konfrontasi objek udara-udara, objek udara-darat, objek udara-laut, dukungan udara untuk pasukan infanteri, dan peran tempur lainnya. Tujuan lain dari pembuatan pesawat ini adalah sebagai saingan dari F-15 Eagle yang “100% air victory” dan F/A-18 Hornet yang selalu didengungkan oleh US dan NATO-nya.

    Pesawat ini diawaki oleh dua orang. Mengapa? Sovyet/Russia memilih desain ini untuk meningkatkan kemampuan tempur pesawat lewat distribusi kerja para awaknya. Pilot pertama bertugas mengendalikan pesawat, mengatur manuver dan senjata. Pilot kedua bertugas mengatur senjata-senjata jarak jauh, mengawasi taktik dan kondisi sekitar, serta berkomunikasi.

    Untuk kelas pesawat tempur, bahkan kelas heavy fighter sekalipun, ukuran pesawat ini tergolong bongsor. Namun jangan mengira bahwa manuver pesawat ini terbatas. Pesawat ini memiliki power yang sangat besar yang mampu mendorong pesawat ini hingga lebih dari 2 kecepatan suara, dan aerodinamika yang super dan sangat sulit ditandingi oleh pesawat manapun (US dan NATO pun mengakuinya). Pesawat ini memiliki teknologi 2 dimensional thrust vectoring (pembelokan semburan jet) hingga 32 derajat dan teknologi fly by wire, yang membuat pesawat ini dapat bermanuver secara unik dan tidak terduga, namun tetap memperhatikan kestabilan. Pesawat bermesin ganda ini juga memiliki rem udara di punggungnya yang sangat mudah dikenali untuk menambah kemampuan manuvernya. Manuver Sukhoi yang paling menarik perhatian publik adalah manuver “cobra” yang dilakukan oleh Pugachev, seorang pilot Russia di Air France Show. Pesawat ini mampu melambat drastis dengan menegakkan badannya hingga vertikal tanpa kehilangan ketinggian (seperti kobra marah), membuat pesawat yang mengikutinya jadi “kebablasan”.

    Varian dari pesawat ini cukup banyak, tergantung pesanan. Indonesia sendiri telah dan akan memperkuat TNI AU dengan dua variannya yaitu dengan 2 unit Su-30 MK dan 6 unit Su-30 MK2. Su-30 MK adalah versi komersial Sukhoi seri 30 yang pertama dibuat di tahun 1993 dan seri Su-30 MK2 adalah jenis pesawat Sukhoi yang telah diupgrade sistem avionik, elektrik, dan dilengkapi missile anti kapal.

    Fakta Menarik
    Negara-negara Barat sangat takut dengan pesawat Sukhoi (Pilot Amerika juga ngaku lo!). Dalam dogfight yang sering dilakukan, Sukhoi lebih sering menang dari pesawat-pesawat Amerika yang biasanya menggunakan F-15, F-16 dan F/A-18. Namun jangan nyengir dulu, versi Indonesianya belum dilengkapi senjata alias masih ompong. Baru bisa melesat, bermanuver tapi belum bisa nembak. Semoga aja kita punya uang cukup untuk beli perlengkapan mas Sukhoi ini biar si Malay sama Aussie ga macem-macem lagi ama Indo.
  2. Sukhoi Su-27 SK / SKM
     Reduced: 62% of original size [ 1022 x 781 ] - Click to view full image


    Spesifikasi
    Jumlah awak: 1
    Panjang: 21.9 m (72 ft)
    Bentang sayap: 14.7 m (48 ft 3 in)
    Tinggi: 5.92 m (19 ft 6 in)
    Luas sayap: 62 m² (667 ft²)
    Berat kosong: 16,380 kg (36,100 lb)
    Berat terisi: 23,430 kg (51,650 lb)
    Berat maksimum untuk lepas landas: 30,450 kg (67,100 lb)
    Mesin: 2× Saturn/Lyulka AL-31F turbofans, 122.8 kN (27,600 lbf) / mesin
    Kecepatan maksimum: Mach 2.35 (2,500 km/h, 1,550 mph) at altitude
    Jangkauan: 3,530 km (2,070 mi) at altitude; (1,340 km / 800 mi at sea level)
    Ketinggian operasional: 18,500 m (62,523 ft)
    Kecepatan naik: 325 m/s (64,000 ft/min)
    Daya angkut sayap: 371 kg/m² (76 lb/ft²)

    Sejarah Singkat
    Sukhoi seri 27 adalah kakak dari pesawat sebelumnya yaitu Su-30, yang juga tergolong jet tempur generasi IV. NATO memberikan julukan “Flanker” bagi pesawat ini. Su-27 adalah jet tempur berawak tunggal yang dibangun oleh Uni Sovyet untuk menandingi pesawat-pesawat generasi IV buatan US terutama F-15 Eagle. Tidak seperti adiknya, Su-30 yang multifungsi, meski Su-27 juga mampu melakukan peran tempur ganda namun si Flanker ini lebih sering dioperasikan sebagai petarung udara dan pesawat sergap yang mumpuni. Dengan power besar, persenjataan kelas berat, sistem avionik hebat, aerodinamika yang super, dan kelincahan bermanuver, Su-27 memiliki semua syarat sebagai petarung tangguh dan cukup membuat lawannya berpikir dua kali untuk berhadapan langsung.

    Dibandingkan dengan adiknya si Su-30, Su-27 Flanker ini memiliki kecepatan yang sedikit lebih tinggi dan kemampuan manuver yang mumpuni. Namun kelebihan tersebut harus dibayar oleh kemampuan angkut senjata yang lebih rendah jika dibandingkan sang adik. Secara fisik, Su-27 memang mirip dengan Mikoyan Mig-29 Fulcrum, namun lebih besar. Agar tidak terlalu berat, pesawat ini didesain dengan bahan titanium cukup banyak sekitar 30%. Berkat aerodinamika yang baik, ukuran dan bobot pesawat yang berat tidak jadi penghalang bagi kelincahan Sukhoi seri 27 ini.

    Indonesia sendiri telah memiliki 2 unit Su-27 dari varian Su-27 SK. Di 2010 varian lain 3 unit varian lain akan didatangkan yaitu Su-27 SKM. Jenis ini adalah varian khusus yang dibuat untuk diekspor dan telah diupgrade dari segi avionik, elektronika dan kemampuan air refuelling (isi bensin sambil terbang).

    Fakta Menarik
    Ga usah disebutin dua kali ya, Su-27 ama Su-30 kan kakak adik, jadi ga jauh beda lah.

 

Mon, 14 Jun 2010 @20:28


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+3+9

Copyright © 2017 YANES MEVINA.COM · All Rights Reserved